Hubungi kami

SMS Center:

089 7715 1960

Pelayanan: Hari dan Jam Kerja

Ur. Admisi-PMB :
Ur. Eval-Trans-Akad(Lap-Sem) :
Ur. Trans.Akad(KRS, Cuti-Aktif) :
Ur. Dok. & Database(KTM-Ijazah) :
Koord. Simeru :

Ke-Mahasiswa-an

Please make the Cache directory writable.

Yang Online

Ada 5 tamu online
mod_vvisit_counterHari ini160
mod_vvisit_counterTotal378285
Selamat datang di www.baa.uad.ac.id Alamat IP Anda 54.227.141.230 Semoga Sukses


Dikelola oleh:
SiteGround web hosting Staf-Admisi

Layanan Akademik PDF Cetak Email

1. Cuti Akademik dan Aktif Akademik

Cuti Akademik adalah keringanan yang diberikan oleh Rektor berupa masa nonaktif
mahasiswa untuk tidak mengikuti kegiatan akademik karena alasan tertentu, dalam
jangka waktu tertentu sesuai dengan izin yang diberikan.
Mahasiswa dapat mengajukan izin cuti akademik sesuai jadwal pada kalender
akademik. Pengajuan izin cuti di luar jadwal tidak diperbolehkan sehingga yang
bersangkutan akan diberikan status sebagai mahasiswa tidak aktif. Mahasiswa yang
mengambil cuti akademik memiliki kewajiban untuk membayar biaya herregistrasi dan
tidak memiliki hak untuk mengikuti kegiatan akademik serta menggunakan fasilitas yang
diperuntukkan bagi mahasiswa. Mahasiswa yang akan cuti akademik wajib memperoleh
izin cuti akademik yang diberikan oleh Rektor sebagai bukti sah memperoleh izin cuti
akademik.
Mahasiswa yang mengambil cuti akademik dapat mengikuti kegiatan akademik
kembali setelah mendapatkan izin aktif secara resmi dari Rektor berupa Surat Izin Aktif
Kembali dan melakukan herregistrasi
Prosedur Cuti Akademik dan Aktif Akademik :
a. Mahasiswa mengambil form Cuti Akademik atau Aktif Akademik di BAA
b. Mahasiswa melengkapi ketentuan pengisian form dan mengumpulkan kembali
ke BAA.
c. Mahasiswa menunggu surat SK izin cuti atau aktif akademik keluar.
d. Mahasiswa memastikan status cuti atau aktif melalui www.portal.uad.ac.id

 

2. Putus Studi, Gugur Studi dan Pengunduran Diri
a. Putus Studi
Putus studi (Drop Out) adalah pemberhentian kegiatan akademik mahasiswa
yang dikeluarkan oleh Rektor karena tidak memenuhi kualifikasi akademik
untuk menyelesaikan studi.

Mahasiswa dapat dikenai putus studi :

  • 1) Jika pada akhir semester keempat jika tidak (memiliki sedikitnya 20 sks
    lulus) memenuhi persyaratan menempuh minimal 30 SKS dan Indeks
    Prestasi (IP) minimal 2.0
  • 2) Jika waktu studi yang ditempuh melebihi 2 (dua) kali masa studi

b. Gugur Studi
Gugur studi (Passing Out) adalah pemberhentian kegiatan akademik
mahasiswa yang dikeluarkan oleh Rektor karena tidak memenuhi persyaratan
administrasi akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mahasiswa dapat dikenai gugur studi jika selama 2 semester (bagi
mahasiswa baru) dan 4 semester (bagi mahasiswa lama) berturut turut tidak
memenuhi persyaratan administrasi.
c. Pengunduran Diri
Pengunduran diri adalah pemberhentian kegiatan akademik yang dikeluarkan
oleh rektor atas permintaan mahasiswa. Prosedur pengunduran diri sebagai
berikut :

  • 1) Mahasiswa mengambil form permohonan pengunduran diri di BAA
  • 2) Mahasiswa melengkapi ketentuan pengisian form dan mengumpulkan kembali ke BAA.
  • 3) Mahasiswa menunggu SK keluar.

Mahasiswa yang Putus Studi, Gugur Studi atau yang melakukan pengunduran diri
dicabut statusnya sebagai mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dan wajib mengembalikan
Kartu Mahasiswa yang berlaku.


3. Kartu Mahasiswa
Kartu Mahasiswa adalah kartu identitas status mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan
yang berlaku selama mahasiswa masih aktif.
Kartu Mahasiswa berlaku selama 8 (delapan) semester, sejak mahasiswa melakukan
registrasi. Masa berlaku menunjukkan periode dimana mahasiswa memiliki hak untuk
mengikuti kegiatan akademik dan memanfaatkan seluruh fasilitas bagi mahasiswa yang
telah disediakan.
Jika mahasiswa belum dapat menyelesaikan studi dalam 8 (delapan) semester,
mahasiswa dapat mengajukan perpanjangan Kartu Mahasiswa, diketahui Ketua Program
Studi. Masa berlaku perpanjangan Kartu Mahasiswa adalah 1 (satu) semester, apabila
belum dapat menyelesaikan studi mahasiswa dapat mengajukan perpanjangan kembali
sampai masa studinya habis. Kualitas fisik Kartu Mahasiswa pengganti tidak sama dengan
Kartu Mahasiswa semula.
Mahasiswa yang kehilangan Kartu Mahasiswa mengajukan Kartu Mahasiswa
Pengganti ke BAA dengan menyerahkan Surat Kehilangan dari Kepolisian, membayar
biaya pengganti. Kualitas fisik Kartu Mahasiswa pengganti tidak sama dengan Kartu
Mahasiswa semula.
Nomor Induk Mahasiswa (NIM) merupakan kode pengenal yang tertera pada Kartu
Mahasiswa yang bersifat unik dan membedakan satu mahasiswa dengan mahasiswa
lainnya. NIM terdiri dari 8 (delapan) digit angka dengan konstruksi tertentu